Pusat Studi Islam UII

Advertisement
You are here: Home arrow Home arrow PSI UII Dirikan Sekolah Adil Jender
PSI UII Dirikan Sekolah Adil Jender

Image

http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=208771&actmenu=43

10/02/2010 11:34:24 YOGYA (KR) - Pusat Studi Islam (PSI) Universitas Islam Indonesia (UII) menemukan masih banyaknya hubungan yang bias jender dalam keluarga di tengah  masyarakat DIY. Empat faktor utamanya antara lain penafsiran atas teks agama, budaya patriarki, pendidikan dan kebijakan pemerintah. Kesimpulan itu terungkap dalam hasil penelitian yang dilakukan PSI UII dalam tiga tahun terakhir.

Pimpinan Program Gender Attitudes in Cross-Religion Family PSI UII, Yusdani MAg menjelaskan, penelitian itu dimaksudkan untuk memperoleh basis data mengenai pemahaman dan sikap keagamaan masyarakat DIY tentang adil jender dalam keluarga. Mengingat data tentang jender berperspektif agama masih sulit ditemukan. Dalam penelitian itu pihaknya mengambil sampel keluarga dari lima agama yaitu Budha, Hindhu, Islam, Katolik dan Protestan.
“Jika dikaji berdasarkan kitab-kitab suci, semua agama sebenarnya sudah adil dan setara jender. Tapi yang muncul, tafsir agama sering bias karena faktor budaya,” ungkap Yusdani kepada KR di sela diskusi penguatan kapasitas tata kelola ‘Sekolah Jender Lintas Iman Dalam Keluarga’ di kantor PSI UII bekerja sama dengan Cordaid Belanda belum lama ini.
Hasil penelitian itu selanjutnya ditindaklanjuti dengan penyusunan kurikulum dan modul pembelajaran yang berbasis ajaran lintas agama. Kurikulum dan modul tersebut selanjutnya digunakan untuk penyelenggaraan sekolah jender lintas iman dalam keluarga mulai 2010 ini.                       (Aks)-o
 
< Prev   Next >

Kolom Kang Toha

Workshop Pembahasan “Dokumen Pendirian, Pengelolaan, dan Pemenuhan Optimal KJJ”
Pusat Studi Islam Universitas Islam Indonesia Bekerjasama dengan Cordaid

ImageAssalamu ‘alaikum wr. wb
Salam Damai dan Sejahtera bagi kita semua,

Yang saya hormati,
Peserta Workshop yang mewakili lembaga keagamaan dan jejaring PSI UII,
Alhamdulillahi rabbil alamin, Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT., karena atas rahmat dan kehendak-Nya kita dapat berkumpul di ruang ini, dalam keadaan sehat wal ‘afiat. Amin.
Rencana pendirian, pengelolaan, dan pemenuhan optimal “Kuliah Jender Jogja” Pusat Studi Islam Universitas Islam Indonesia merupakan bagian program “Setara Jender Lintas Iman dalam Keluarga” tahun IV, kerjasama PSI UII dengan Cordaid. Latar belakang penetapan program KJJ ini merupakan tanggung jawab dan tanggung gugat PSI UII untuk menumbuhkan pemahaman dan sikap keagamaan adil-jender berbasis lintas-agama di masyarakat melalui pendidikan masyarakat. Sebagai kelanjutan program tahun I-III, ukuran keberhasilan kinerja KJJ terletak di dalam tatakelola dan kebermaknaan program dimaksud sebagaimana perencanaan strategis yang telah ditetapkan.
Read more...
 

Jepretan

Polling Minggu Ini

Setuju atau tidakkah anda pemberlakuan RUU yang menampung pasal tentang nikah sirri dan nikah mut'ah
 

Statistik

Visitors: 231113
We have 55 guests online

Community Development

Pranala
Pranala Luar

Risalah Demangan

Gambaran Awal tentang Fiqh Budaya
Oleh: Yusdani, peneliti PSI UII
ImagePengantar
Di tengah kontroversi dan tarik ulur dalam pengembangan budaya lokal di Indonesia dewasa ini, di satu pihak terdapat kecenderungan apresiatif untuk meningkatkan income dan devisa negara dengan cara menggiatkan pengembangan sektor pariwisata. Untuk menarik para wisatawan baik domestik maupun asing,salah satu kiat yang ditempuh untuk program ini adalah menggali dan
mengembangkan potensi dan budaya atau kesenian yang bernuansa lokal. Sedangkan di sisi lain dalam waktu yang bersamaan menguat kembali sikap dan pandangan keagamaan yang sangat hitam putih dan puritan terhadap berbagai bentuk warisan budaya dan kesenian yang dikembangkan masyarakat. Dalam konteks ini, studi kembali tentang relasi fiqh dan budaya lokal (fiqh budaya)
merupakan salah satu topik kajian fiqh pada umumnya dan khususnya fiqh di Indonesia menjadi relevan.

Kajian tentang fiqh dan budaya lokal ini menarik untuk dipersoalkan kembali dan menjadi tambah urgen apalagi jika dikaitkan untuk memperkuat identitas masyarakat Indonesia dan masyarakat lokal terhadap pengaruh dan dampak negatif nilai-nilai global. Selain itu, di sisi lain untuk memenuhi keinginan masyarakat lokal untuk mengakomodasi kembali budaya lokal mereka di era otonomi daerah sekarang ini.
Read more...
 
Pranala Dalam