Tentang Kami
Pengurus | Profil Pengurus |
|
DR. Drs. Muntoha, S. H., M. A. adalah dosen Fak. Hukum UII , Direktur Pusat Studi Islam UII. Beliau lahir di Tegal 6 Juli 1964, S1 Fak. Adab Jurusan Bahasa dan Sastra Arab IAIN Sunan Kalijaga, S1 Fak. Hukum UII, Master Bidang Politik Islam IAIN Syarif Hidayatullah, Doktor Bidang Ilmu Hukum Universitas Indonesia. Email: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Edi Safitri, M. Si., Laki-laki kelahiran 14 Oktober 1974 di Medan ini juga peneliti di Pusat Studi Islam UII. Sebelum menempuh pendidikan S1-nya di Jurusan Tarbiyah, Fak. Ilmu Agama Islam UII, ia pernah nyantri di PP Darul Arofah Medan. Tahun 2002-2005, ia menyelesaikan program Master Manajemen dan Kebijakan Pendidikan Islam di UIN Sunan Kalijaga dengan judul tesis “Kepemimpinan Pesantren: Studi Kasus Kepemimpinan di Pondok Pesantren UII.” Kini ia juga aktif di organisasi pemuda NU DIY, Anshor, dan di gerakan Aliansi Jogja untuk Indonesia Damai (AJI Damai). Sekarang ia juga menjabat sebagai Direktur Pengajian Bisnis Al-Kautsar. Tahun 2008, ia melakukan riset tentang “Respon dan Sikap MUI terhadap Persoalan Pangan dan Keamanan Pangan di Indonesia.” Ia bisa dihubungi melalui: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Yusdani: Divisi Kajian dan Riset Drs. Yusdani, M. Si., Kelahiran Kuripan, Sumatera Selatan pada 11 November 1962 ini adalah peneliti di Pusat Studi Islam UII. Sebelum menyelesaikan pendidikan S1 bidang Perdata dan Pidana Islam di Fak. Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, ia pernah nyantri di PP Raudhotul Ulum Sakatiga Indralaya Ogan Ilir. Gelar Master diraihnya di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pendidikan doktornya sedang diselesaikan di UIN Sunan Kalijaga. Sejak 1992, ia tercatat sebagai pengajar tetap di Fak. Ilmu Agama Islam UII dengan spesialiasi kajian Politik Islam. Dari 2002 sampai sekarang, ia memimpin redaksi Jurnal Millah: Jurnal Studi Agama . Pada 2007, ia mendirikan Pusat Studi Siyasah dan Pemberdayaan Masyarakat. Di tahun yang sama, penghargaan sebagai dosen berprestasi PTAIS tingkat nasional Departemen Agama diterimanya. Ia mengajar Pendekatan Studi Islam pada Magister Studi Islam UII . Beberapa buku terbitannya menyoal metodologi hukum Islam dan politik Islam. Puluhan artikel tentang kajian keislaman yang ditulis telah dimuat dalam jurnal ilmiah maupun koran. Kontak: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it .
Junanah: Divisi Kajian dan Riset
Muhammad Latif Fauzi, S. Hi., M. Ag., M. A. Ia dilahirkan di Sidoarjo pada 23 November 1982. Pernah mendalami ilmu agama dan kitab kuning di PP Darun Najah Sidoarjo. Ia menempuh pendidikan S1 di Jurusan Syariah, Fak. Ilmu Agama Islam UII. Selama kuliah, ia juga nyantri di Pondok Pesantren UII. September 2006, ia menyelesaikan Master bidang Hukum Keluarga di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Master kedua diraihnya dari Department of Language and Culture of the Middle East, Universitas Leiden, Belanda dengan tesis berjudul “Islamic Law in Indonesia: Recent Debates on Islamic Law in the Reformasi Era (1998-2007).” Sejak 2004, ia bekerja sebagai peneliti di Pusat Studi Islam UII. Kini ia juga tercatat sebagai pengajar di Jurusan Syariah, STAIN Surakarta. Beberapa tulisannya dapat dibaca di www.kangozy.co.cc. Silakan menghubunginya melalui: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Imam Samroni, S. Pd., kelahiran Purwodadi, 4 Agustus 1967 ini, sejak 1986-1994 ditakdirkan nyantri di Jurusan Filsafat dan Sosiologi Pendidikan FIP IKIP Yogyakarta (UNY). Skripsinya,”Studi Epistemologi Jürgen Habermas mengenai Rasionalitas Ilmu sebagai Kekuatan Modernisme dan Implikasinya terhadap Praksis Pendidikan di Indonesia” dibukukannya pada 2002 ”Kuasa Ilmu, Nalar Modernitas, dan Praksis Pendidikan.” Per 1998, ia bergabung di Yayasan NUN-XXV. Kini ia aktif meneliti di Pusat Pusat Studi Islam UII. Beberapa film dokumenter yang telah diproduksinya, antara lain Memilih Rektor(at), Dance with Kudo Pangarso: Life and Time of Jatilan Sekarsuli, dan Wahhabi, Radikalisme, Keindonesiaan. Karya-karyanya dapat disimak di http://imamsamroni.wordpress.com . Surat elektronik: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it ; This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
|
|||||||
Pembelajaran HAM dan Syari’ah pada Perguruan Tinggi Agama Islam Pada era modern sekarang ini, terbentuknya negara adalah sebuah keniscayaan yang semata-mata didasarkan atas perspektif humanisme. Bagi bangsa Indonesia penegasan hal ini tercantum secara eksplisit pada alinea pertama Pembukaan UUD 1945, bahwa adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah karena “kemerdekaan adalah hak segala bangsa sehingga penjajahan yang bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan harus diahpuskan”. Ini adalah postulat harga mati yang harus diterima dan diimplementasikan oleh seluruh bangsa Indonesia tanpa reserve. Artinya, postulat ini jika kita analisis secara teoritis, maka kehidupan komunal baik dalam bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara seharusnya tidak merefleksikan eksploitasi sesama manusia melainkan harus berperikemanusiaan dan berperikeadilan. Inilah sebenarnya teori legitimasi yang paling mendasar dari bangsa Indonesia dalam masalah kehidupan bernegara. |
|
| Read more... |
| Pranala |
|
TAFSIR TEMATIS KRONOLOGIS KONTEKSTUAL Oleh: Yusdani
|
|
| Read more... |