| |
Pembelajaran HAM dan Syari’ah pada Perguruan Tinggi Agama Islam Pada era modern sekarang ini, terbentuknya negara adalah sebuah keniscayaan yang semata-mata didasarkan atas perspektif humanisme. Bagi bangsa Indonesia penegasan hal ini tercantum secara eksplisit pada alinea pertama Pembukaan UUD 1945, bahwa adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah karena “kemerdekaan adalah hak segala bangsa sehingga penjajahan yang bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan harus diahpuskan”. Ini adalah postulat harga mati yang harus diterima dan diimplementasikan oleh seluruh bangsa Indonesia tanpa reserve. Artinya, postulat ini jika kita analisis secara teoritis, maka kehidupan komunal baik dalam bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara seharusnya tidak merefleksikan eksploitasi sesama manusia melainkan harus berperikemanusiaan dan berperikeadilan. Inilah sebenarnya teori legitimasi yang paling mendasar dari bangsa Indonesia dalam masalah kehidupan bernegara. |
|
| Read more... |
| Pranala |
|
Making Dialogue to Counter Stereotypes of Islam Oleh: M. Latif Fauzi
Due to the concept of jihad, many people in the West then regard Islam as a religion that teaches violence and produces extremists, or even terrorists. The problem rather lies on their preconception and ignorance on what actually Islamic doctrines are. Their understanding has its basis from some stereotypes figured in media. The first stereotype is that Muslims are terrorists. This stereotype came up after the bombing attack at the World Trade Centre and the Pentagon on September 11 2001. The US government accused a Laden’s group, al-Qaeda, as the actor behind this incident. Terrorist is used to label them. This label now seems very common to be addressed to Muslim generally. |
|
| Read more... |