|
PSI UII Terbitkan Buku Berjudul "Bersikap Adil Jender" |
|
berita-jogja
|
|
Pengantar PUSAT STUDI ISLAM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA (PSI UII)
Judul : Bersikap Adil Jender: Manifesto Keberagamaan Keluarga Jogja Penyunting : Yusdani, Imam Samroni, M. Latif Fauzi Penerbit : Pusat Studi Islam Universitas Islam Indonesia (PSI UII), 2009, xxvi+452 pages Perbincangan mengenai permasalahan jender, sekarang ini, telah menjadi agenda daya cipta mengenai keterhubungan laki-laki dan perempuan. Pembicaraan masalah jender ini telah menempatkan dan mendorong kosakata kesetaraan (egaliter dan keadilan) sebagai ikon penting. Ikon inilah yang mengonstruksi-kembali jender sebagai sebuah satuan budaya baru --yang dibuat, dibangun-- untuk menegakkan hubungan yang setara dan adil dalam kemajuan bersama. Ikon ini nyata-nyata untuk mencapai derajat mutu kemanusiaan, yang melintasi atau melampaui batas-batas atribut jenis kelamin dan pemaknaan dikotomis kultural laki-perempuan. Sehubungan dengan permasalahan tersebut --dengan segala hormat-- sekalipun telah banyak studi, riset, dan publikasi dilakukan oleh berbagai pihak dan lembaga di Indonesia, salah satu kesulitan dan kendala yang kami hadapi adalah masih minimnya publikasi hasil penelitian atau basisdata/sumber/bahan ajar terkait kajian jender berdasar perspektif agama-agama. Untuk itu, dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa, yang telah memberikan kekuatan dan kemampuan-Nya, sehingga kami menyelesaikan penyusunan buku Bersikap Adil Jender: Manifesto Keberagamaan Keluarga Jogja. Buku ini merupakan hasil dan sebagai laporan program kerjasama selama tiga tahun antara PSI UII (Pusat Studi Islam Universitas Islam Indonesia) dengan CORDAID, Belanda. |
|
Read more...
|
|
|
PSI UII Dirikan Sekolah Adil Jender |
|
berita-jogja
|
|

http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=208771&actmenu=43
10/02/2010 11:34:24 YOGYA (KR) - Pusat Studi Islam (PSI) Universitas Islam Indonesia (UII) menemukan masih banyaknya hubungan yang bias jender dalam keluarga di tengah masyarakat DIY. Empat faktor utamanya antara lain penafsiran atas teks agama, budaya patriarki, pendidikan dan kebijakan pemerintah. Kesimpulan itu terungkap dalam hasil penelitian yang dilakukan PSI UII dalam tiga tahun terakhir. |
|
Read more...
|
|
|
Diskusi Publik dan Peluncuran Buku |
|
Agenda Kegiatan
|
|

Pusat Studi Islam UII (PSI UII) bersama LSIP, Rumpun Nusantara, dan Penerbit TANAHAIR serta sepenuhnya di dukung oleh Aliansi Jogja untuk Indonesia Damai (AJI DAMAI) akan mengadakan Diskusi Publik: ISLAM, RADIKALISME WAHHABI, DAN MASA DEPAN KEAGAMAAN DI INDONESIA, dan Peluncuran Buku SERI GERAKAN WAHHABI (Sejarah, Ideologi, dan Kritik) karya Nur Kholik Ridwan yang akan diselenggarakan pada: Hari : Kamis Tanggal : 12 November 2009 Tempat : Ruang Sidang MSI UII Kampus Demangan Lt. II, Jalan Demangan Baru No. 24 Yogyakarta Pembicara: 1.Radikalisme Islam Indonesia dan Timur Tengah; Apa Bahayanya? oleh Dr. Munthoha (PSI UII) 2.Pesantren, NU, dan Respon atas Gerakan Wahabi oleh KH. Hasan Abdullah (Tokoh NU/Pengasuh PP Mlangi) 3.Muhammadiyah dan Gerakan Wahabi di Indonesia oleh Prof. Dr. Haedar Nasir, M.Si (Tokoh Muhammadiyah) 4.Rekam Jejak Wahabi Arab Saudi hingga Indonesia oleh Nur Khalik Ridwan (Penulis buku Seri Gerakan Wahabi) 5.Dr. Zuly Qodir (moderator) |
|
|
Kajian Islam Harus Bermanfaat Luas |
|
berita-nasional
|
Rabu, 04 November 2009 pukul 13:18:00
Rahmat Santosa Basarah http://www.republika.co.id/koran/14/86945/Kajian_Islam_Harus_Bermanfaat_Luas
Islam harus bisa menjadi payung bagi semua kalangan.
SURAKARTA -- Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali berharap kajian keislaman tak hanya meningkatkan pemahaman pada objek kajian, yaitu Islam. Ia juga berharap, kajian juga dilakukan untuk menggali nilai Islam dalam upaya meneguhkan kepribadian Muslim.
Menurut Suryadharma, hal ini penting dilakukan oleh Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) yang selama ini melakukan kajian keislaman. Sebab, kini umat Islam harus berhadapan dengan beragam keyakinan, ideologi, aliran, dan gaya hidup baru yang ada di tengah masyarakat. |
|
Read more...
|
|
|
Hangatnya Kebersamaan di Warak Kidul |
|
berita-nasional
|
Selasa, 29 September 2009 | 14:28 WIB
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/09/29/14281358/hangatnya.kebersamaan.di.warak.kidul
Dinginnya pagi masih menggigit, namun ratusan orang telah duduk di atas gelaran tikar memanjang di salah satu gang di Dusun Warak Kidul, Sumberadi, Mlati, Sleman. Tua-muda, lelaki-perempuan, asyik berbincang ditemani teh hangat dan kudapan.
Hari itu, warga tengah menjalani tradisi tahunan yang diadakan setiap Idul Fitri: silaturahmi. Silaturahmi adalah hal biasa. Namun, hadirnya seluruh warga dusun berjumlah sekitar 800 orang yang berbeda agama dan keyakinan menjadikannya istimewa. |
|
Read more...
|
|
|
|